Friday, 7 October 2016

A Tribute To @tutorialhijab

Maaf banget, tapi judul postingan ini terinspirasi oleh Cees saya Son Agia yang pernah bercerita tentang kisahnya dengan sang mantan. Dan karena tulisan ini sama sedihnya dengan tulisannya Son, maka izinkanlah saya menggunakan judul yang hampir sama. Tenang saja, Saya kasih kamu backlink hidup kok, Son. Hahaha.

Meski kisah ini tidak membingungkan seperti Martina Susilawati yang kehilangan CD Slanknya ketika belajar di Kumon. Dan kisah ini tidak sejorok cerita Rani gadis penyuka es krim.  Mungkin kisah ini dapat diambil hikmahnya. Sungguh ini intro yang tidak jelas sama sekali. Hahahaha

Saya terinspirasi Yoga yang dengan gagah berani twitwar dengan seorang selebtwit, tapi mental saya belum cukup kuat untuk melakukan hal tersebut. Saya cuma bisa nulis di blog yang sepi pengunjung ini. Alasan lain adalah menurut Rey hal seperti ini merupakan prestasi yang sulit dicapai, terima kasih atas motivasinya. Kapan-kapan kita nontonin video call Jasmine lagi, ya! Dan baiklah, mari kita mulai saja curhatan saya.00000.png
Dear @tutorialhijab. Bagaimana kabarnya hari ini? Apakah likes dan followersnya bertambah? Kalau iya, oper sedikit ke akun saya, dong. Saya hanyalah pemain instagram yang fakir likes dan followers. Saya bermimpi suatu saat bahwa akun instagram saya nantinya akan dipenuhi oleh endorsement produk yang banyak seperti akunmu. Saya bisa membayangkan rupiah-rupiah yang masuk ke rekening saya mungkin cukup untuk membeli drone sehingga saya bisa segera menikah dan kemudian traveling beneran karena saya sudah bosan melakukan traveling hati dan pikiran.
Saya sadar bahwa konten yang ada di instagram saya semua itu sampah. Saya adalah pemain instagram amatir yang dengan bangga mengeksploitasi foto ponakan-ponakannya demi mendapatkan likes yang tak seberapa dan pertambahan followers yang stagnan. Hingga menyebabkan akun saya kurang dilirik oleh advertisers.

Tak ada yang dapat dijual dari akun instagram saya. Sedih sih ini, mungkin Jaimbum akan berkata demikian. Pernah saya mencoba sok bijak membuat quote-quote agamis, yang ada saya malah diunfollow sama temen saya.  Bangkai memang teman saya itu, mungkin dia merasa dirukyah sehingga tak sanggup membaca quote tersebut.

Saya sungguh bahagia ketika Jaimbum membawa kabar tersebut. Quote typography asal-asalan saya ternyata dilirik olehmu @tutorialhijab. Dengan berlinang air mata dan ingus yang tanpa henti mengaliri rongga hidung saya yang pada saat itu kebetulan sedang flu. Saya pun mengabadikannya dalam bentuk capture. Nantinya mau saya cetak seukuran spanduk terus dipajang di depan rumah. Bapak dan ibu saya pasti bangga. Karya saya diakui dan saya sudah bisa boleh berkomentar terhadap karya orang lain karena sudah punya karya sendiri.

Alhamdulillah. Quote yang saya buat untuk memancing tawa teman-teman di grup werewolf ternyata juga bisa digunakan untuk memancing likes dan komen yang nantinya bisa dikonversikan jadi duit, asal tahu caranya. Bukan begitu @tutorialhijab? Saya jadi ingat ada yang pernah berkata, Hobi yang menghasilkan adalah pekerjaan yang menyenangkan. Maaf saya lupa itu quote siapa, jadi saya ga bisa kasih credit.

Ide @tutorialhijab dalam mengapresiasi karya orang layak ditiru. Mungkin nanti saya akan mencoba hal yang sama. Mungkin saja dengan menggunakan konten orang lain, seketika likes dan followers saya akan bertambah. Terdengar fana memang, tapi keinginan saya ingin menjadi selebgram dengan gelimangan rupiah sudah tak terbendung lagi. Saya juga ingin menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui dengan cara gampang dan instant. Capek tau upload foto ponakan dan udah dikasih caption terima endorsement tapi ga ada yang ngendorse. Duh curhat.

Spesial buat @tutorialhijab boleh pajang terus typography tersebut. Saya tidak akan meminta royalty untuk setiap likes yang didapat pada konten tersebut. Karena saya tau, saya tidak cukup dana untuk mengendorse konten tersebut di akun instagram kamu. Sudah dipajang saja dengan gratis saya cukup bersyukur.

Tenang saja, saya tidak menuntut credit nama saya di sana. Cukup engkau tuliskan akun Jaimbum. Karena takutnya nanti orang-orang yang membaca quote tersebut menganggap Jaimbum adalah sahabat dari Aristoteles ataupun Plato. Padahal Jaimbum masih remaja dan belum setua itu. Jaimbum hanyalah gadis penjual pulsa. 

Udah dulu ya @tutorialhijab. Saya mau mencoba membuat typography lainnya lagi. Atau mungkin nantinya saya akan bikin tutorial hijab dengan model ponakan saya. Saya jadi bersemangat berkarya karena kamu. Terima kasih untuk apresiasinya! Saya bahagia.

Update:
Salah satu admin @tutorialhijab menghubungi saya semalem. Tapi karena saya terlalu lelah dan tertidur setelah menuliskan tribute ini dan juga kondisi badan saya yang tidak fit saya tidak mengetahui hal tersebut. Saya tidak akan meminta @tutorialhijab untuk menghapus ataupun menurunkan konten milik saya. Saya sudah cukup lega dengan menuliskan tribute ini. Silakan kalau mau pakai konten saya yang lain(emang ada?), tidak ada creditpun tidak apa. Mengenai caption saya diinstagram kemarin yang minta credit, ini hanyalah luahan dari libido kemarahan saya yang fana. Mending saya minta uang tunai daripada minta credit, kan? Hahaha. Becanda kok.

New Update:
0000000.png
Konten saya sudah dihapus oleh @tutorialhijab seperti tanpa ada kejadian apa-apa. Etika yang wajib dicontoh. Classy banget. Good Job. Sosis So Nice. Aqua Galon. Thank you so much. And very well thank you. Saya paham dan maklum karena emang rata-rata akun endorsement kadang ngambil konten orang lain tanpa ijin dan kalau ketahuan langsung hapus tanpa ada rasa bersalah. Tenang saja, capture-annya ga saya hapus kok. Semoga berkah ya usahanya.

Note:
Don’t take it personally. Saya tidak mempermasalahkan orang. Ini masalah etika dalam menggunakan konten saja. Dan kalaupun kejadian lagi dengan akun lain, mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Kebiasaan memang akun-akun endorsement yang berkeliaran di instagram berperilaku seperti ini. Intinya ini adalah kesedihan saya ketika gambar iseng-iseng saya yang saya bikin buat fun, diunggah ulang di akun yang bersifat komersil. Saya tidak peduli jika konten tersebut diunggah di akun pribadi tanpa credit. Meskipun konten yang saya permasalahkan tersebut telah dihapus, saya akan tetap mempublikasikan tulisan ini. Sebagai pengingat bahwa karya saya pernah sangat dihargai sekali.
Sebenernya mubazir aja, saya udah capek-capek nulis kok ga dipublish.:lol:
Peace out! Saya tunggu klarifikasinya kalo niat. :D

10 comments:

  1. Uda....
    Kok yg ini komennya gampang?
    Nggak perlu aku masukin alamat email, nama, url sih? Wah. Bahagiak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaiyalah. Blogspot. Hahahhaa

      Delete
    2. Ilang fokusku gegara kolom komentar...

      Uda, itu, backlinknya kurang pas. Huruf T-nya ketinggalan.

      Gandengan dong uda.

      Delete
    3. Kok bisa ya, wordpress anuannya blogspot? Hmmm.. Baru tau. Pelajaran menarik. Nanti malam kita balajar ya.

      Duh, gegara nonton uang panai bahasaku jadi logat logat bugis.

      Delete
  2. Ini blog yg beda ya? Baru sadar.
    Aku jadi keingat masa-masa bikin aksesoris entah berapa tahun lalu, foto-foto dibajak dan dipake jualan oleh ols lain. Hicksss... tapi ya sudahlah itu cerita lama.
    Berbanggalah ada yang mau pake poto kita meski tanpa ijin. Niscaya follower pun akan segara ditambah oleh Yang Maha Kuasa 😁

    ReplyDelete
  3. Yang sabar, uda. Besok-besok bikin watermadk udafanz aja di tiap foto kecenya uda, jadi kalo diambil keliatan tuh sumbernya darimana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini apa????? *ngelap ingus meler2 sampe ke dagu

      Delete
  4. Awalnya aku sedih terharu sampek mewek, tapi endingnya bisalah jadi ketawa. Iya, ketawa jahat wkwkwk

    ReplyDelete
  5. duh duuuuh, nyata ini ya >.<

    ah, tutorial hijab mah gituuu.

    ReplyDelete